Anak Petani Ranking Pertama Seleksi Bintara Polda Jatim

Posted by Labels: at

Anak Petani Ranking Pertama Seleksi Bintara Polda Jatim
Tahap seleksi penerimaan bintara Polri tahun anggaran 2016 akhirnya tuntas. Sebanyak 1.305 peserta dinyatakan lolos seleksi yang diadakan di Polda Jatim.Ranking tertinggi dari jalur bintara tugas umum diraih anak petani dan anak sopir truk.
Hasil tersebut diumumkan dalam sidang terbuka kelulusan calon bintara Polri di Mapolda Jawa Timur yang dihadiri Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Setiadji. Selain peserta, orang tua seluruh peserta yang menjalani seleksi hingga babak akhir turut hadir.
Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Raden Prabowo Argo Yuwono menyatakan, seleksi calon bintara terdiri atas dua jalur. Yaitu, bintara tugas umum dan bintara penyidik pembantu. Bintara tugas umum nantinya bertugas di satuan lalu lintas, sabhara, intelijen, dan lain-lain. Sementara itu, penyidik pembantu nantinya terlibat dalam proses penyidikan.
Argo menjelaskan, calon bintara yang diterima sesuai dengan kuota, yakni 1.305 orang. Bintara tugas umum yang diterima tercatat 1.253 orang. Klasifikasinya, 1.190 laki-laki dan sisanya, 63 orang, perempuan.
Di sisi lain, peserta seleksi yang diterima sebagai bintara penyidik pembantu tercatat 52 orang. Terdiri atas 49 laki-laki dan tiga perempuan. ’’Kebutuhannya memang laki-laki dan perempuan. Tapi, jumlahnya berbeda,’’ katanya.
Argo mengatakan, peserta yang lolos seleksi harus menjalani pendidikan di sejumlah sekolah milik Polri yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia. Bintara tugas umum akan disekolahkan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jatim, Jabar, Jateng, Bali, Kalsel, Kaltim, Sulsel, dan Sumbar.
Bintara penyidik pembantu akan disekolahkan di SPN Lido, Sukabumi, Jabar. Adapun polwan dididik di Sekolah Polwan di Lembaga Pendidikan dan Latihan Polri. ’’Pelaksanaan pendidikan akan dimulai serentak pada 10 Agustus 2016,’’ ucapnya.
Menurut Argo, para peserta yang lolos seleksi itu harus menjalani pendidikan yang lamanya minimal tujuh bulan. Setelah itu, mereka ditugaskan di wilayah yang membutuhkan tambahan personel. Tujuannya, memaksimalkan kinerja Polri dalam melayani masyarakat.
Perwira menengah asal Jogjakarta itu menuturkan, seleksi tersebut dilangsungkan secara transparan dengan diawasi banyak pihak. Bahkan, untuk menjaga kerahasiaan, hasil seleksi dimasukkan kotak yang diberi empat pengaman gembok.
Empat kuncinya dipegang orang-orang yang berbeda. Ada yang dipegang peserta seleksi, Provos, dan Ombudsman. Ada juga yang dipegang polisi. ’’Kalau ada tiga kunci, tetap tidak bisa membuka kotak itu,’’ katanya.
Sementara itu, dalam sidang terbuka tersebut, panitia juga mengumumkan peserta seleksi yang memiliki nilai tertinggi. Untuk penerimaan calon bintara tugas umum, rankingpertama diraih David Dwi Priyanto (dari peserta laki-laki) dan Andriyani Lailatul Mukaromah (dari peserta perempuan).
Nilai David berhasil mengungguli 1.189 peserta lainnya. Panitia juga mengumumkan bahwa David adalah seorang anak petani asal Wilayut, Sidoarjo. Andriyani adalah anak sopir truk asal Pasuruan. ’’Saya sangat senang,’’ ungkap Andriyani.
Dia mengatakan bercita-cita menjadi polisi sejak kecil. Karena itu, selepas lulus SMK dan mendengar ada penerimaan polisi melalui jalur bintara, dia langsung mendaftar. Perasaan gelisah dan takut jika tidak diterima menghantuinya selama menjalani tahap seleksi. Dia sangat senang ketika panitia mengumumkan namanya sebagai peraih nilai terbaik. ’’Saya ingin membanggakan orang tua,’’ paparnya.
Sementara itu, lulusan terbaik dari jalur penyidik pembantu adalah Arisyi Wicaksono dan Rizki Amelia Varinsa. Arisyi merupakan anak anggota Polsek Gayungan. Rizki adalah anak pasangan pegawai PLN dan TNI-AD. (BEBASBAYAR)
Post a Comment

Back to Top